26
Jan
08

I live in a third world country

Kata orang, kualitas suatu bangsa itu, secara umum, bisa dilihat di jalan raya. Kalo jalan-jalannya semrawut, bangsa itu juga secara umum semrawut. Berdasarkan pengalaman dan pengelihatan saya selama berada di jalan raya Indonesia pada umumnya dan Jakarta pada khususnya, saya memberanikan diri mengambil kesimpulan bahwa Indonesia memang pantas dicap sebagai negara dunia ketiga atau negara berkembang (baca: terbelakang -red). Karena di saat negara maju sudah bisa membuat mobil yang bisa memarkir secara otomatis, kita masih belum bisa memanfaatkan teknologi sederhana yang ada di kendaraan kita. Ini beberapa contoh yang bisa saya sebutkan:

1. Lampu

Mungkin kebanyakan pengendara motor tidak tahu kalau ada teknologi yang namanya lampu di bagian depan motor mereka. Makanya banyak yang tidak menyalakan lampu motor mereka ketika malam tiba.

Mas dan Mbak Pengendara Motor, lampu itu ditemukan oleh Thomas Alva Edison. Fungsinya untuk membantu kita untuk melihat di malam yang GELAP. Selain itu juga membantu pengendara lain MELIHAT ANDA. Saya bukan Superman yang bisa melihat dalam kegelapan, mas, mbak. Jadi tolong digunakan teknologi ini, untuk keselamatan kita bersama.

2. Lampu Sen

Teknologi ini sedikit lebih maju daripada lampu biasa. Ini merupakan teknologi telepati di abat 21. Cara kerjanya cukup mudah, lampu sen dapat mengirimkan gelombang dari otak kita ke otak orang lain di sekitar kita sehingga orang di sekitar kita bisa mengetahui apakah kita ingin belok ke kiri atau ke kanan, HANYA DENGAN MENEKAN SEBUAH TOMBOL di kendaraan kita. Mudah kan?! Dicoba deh..

3. Lampu merah

Nah, kalau yang ini adalah lampu yang digunakan untuk mengatur lalu lintas, mas, mbak. Lampu merah artinya berhenti, lampu kuning artinya hati-hati, lampu hijau artinya jalan terus. Untuk info lebih lengkap, coba deh anda tanya adik-adik kita yang ada di Taman Kanak-Kanak. Pasti mereka bisa menjelaskan tentang lampu merah secara lebih lengkap.

4. Rem

Mas, mbak pengendara motor, panel di kaki dan tangan kiri anda bukan cuma aksesoris semata lho. Panel itu kita namakan rem, fungsinya untuk membuat kendaraan kita berhenti. Jadi di motor itu bukan cuma ada gas saja, tapi ada rem juga. Kalo fitur ini tidak ada di kendaraan anda, anda mungkin harus komplain ke dealer motor anda.

5. Helm

Tidak seperti keempat teknologi diatas yang mungkin terlalu rumit untuk anda mengerti. Helm ini adalah teknologi yang sangat sederhana. Cukup dipakai di kepala anda saja, dan keuntungannya hanya anda saja yang menikmati.

P.S.: Kalau anda membawa anak anda di motor, ada baiknya anda memakaikan anak anda helm. Tapi ini cuma saran saja lho, mas, mbak. Saya sendiri belum punya anak. Tapi kalau saya punya anak dan saya akan mengendarai motor, pasti saya akan lebih mendahulukan kepentingan anak saya lebih dulu daripada keselamatan saya sendiri. Sudah bukan waktunya untuk menjadi egois, mas, mbak..

Nah, gimana? Masih ingin Indonesia dicap sebagai NEGARA DUNIA KETIGA? Kalau ga, maka sudah waktunya kita memanfaatkan dan mengembangkan teknologi yang kita miliki. Seperti semboyan teman baik saya:

Kalau bukan kita, siapa lagi

Kalau bukan sekarang, kapan lagi


2 Responses to “I live in a third world country”


  1. 1 uhui
    January 29, 2008 at 4:55 am

    Bro.. you forgot safety belt

    Kebiasaan bangsa Indonesia memakai sabuk pengaman saat mengendarai mobil baru saja diimplementasikan akhir-akhir ini. Itupun bukan karena kesadaran akan keselamatan di jalan, melainkan karena takut akan denda jika tertangkap; MAHAL BO!! Ini menunjukuan mentalitas 3rd World Countries: ga bisa mikir sendiri, harus diingetkan orang lain bahkan harus dihukum dulu baru bisa (mau) mikir.

    Keep writing bro… All the best!!

  2. 2 nrg07
    May 18, 2008 at 6:12 am

    oke banget dim analisis loe…memang indonesia dalam soal transportasi dan berkendaraan (baik pribadi atau umum) masih dunia ketiga banget…

    kalo korupsi…nomor satu…huhuhu.

    -FF


Leave a Reply