Saya bingung, kenapa sih harus ada Polisi Wanita (PolWan)? Kenapa ga semua Polisi, baik itu pria atau perempuan, disebutnya “Polisi” saja.
Kita kan ga kenal dengan sebutan DokWan (Dokter Wanita), Supir Wanita (Supwan), Dosen wanita (Doswan), atau bahkan Tewan (Tentara Wanita). Seluruh angkatan bersenjata berjenis kelamin wanita tetap dipanggil ABRI, tanpa embel-embel wanita dibelakangnya. Mungkin mereka ditempatkan di dalam kesatuan yang berbeda khusus wanita. Tapi itu tidak mendiskriminasikan mereka dengan sebutan yang berbeda.
Kenapa sebuah panggilan menjadi masalah? Coba aja teriak “Negro!!!” keras-keras di tengah central park, new york. Atau teriak “Cina!!!” di Citraland, Jakarta. Then you’d know why names are an issue.
But, I don’t know, mungkin saya salah. Saya cuma mau berbagi pendapat dengan para pembaca pria dan pembaca wanita blog ini…



tewan…hahaha… garing loe dim
kalo teknisi wanita, disebutnya tekwan dong? :p
*maaf ya dim, laper nih. jadi makin ga lucu deh gue huhuhuhuhu*
masss ngga penting d yang lo bahas
ane aja lo